Pemilihan umum telah menanti kita,
Sluruh rakyat menyambut gembira,
Hak demokrasi Pancasila,
Hikmah Indonesia Merdeka,
Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya,
Pengemban Ampera yang setia,
Di bawah Undang Undang Dasar Empat Lima,
Kita menuju ke Pemilihan Umum…
Lagu dengan lirik di atas tak lagi berkumandang pada pemilihan presiden hari ini, 8 Juli 2009.Juga tidak saat pemilihan legislatif April 2009 lalu. Mungkin juga tidak pada dua pemilihan umum sebelumnya, pada 1999 dan 2004 silam.
Alih-alih, pada pemilu 2009 ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggandeng sejumlah musisi merilis lagu-lagu bertema pemilu. Ada Coklat dan penyanyi-penyanyi top yang dikumpulkan Yayasan Swarnabumy.
Namun lagu-lagu mereka tak ada yang sepopuler lagu pemilu di atas.Saya ingat betul, lagu ini seolah menjadi bebunyian wajib menjelang pemilihan umum di masa Orde Baru.Diudarakan setiap saat, terutama melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) seusai acara berita, lirik lagu ini merasuk dan mengendap ke dasar ingatan orang Indonesia yang mengalami masa itu.
Saya dan sebagian besarteman saya hapal mati liriknya.Tapi jangan tanya siapa pengarang dan judul lagunya. Karena kami akanmenjawab dengan gelengan kepala. Atau ada diantara Anda yang tahu?

lanjutkan yang lebih cepat lebih baik dan pro rakyat!
July 9, 2009 at 2:52 am
pemilu depan kalau masih pakai sistem celup tinta mungkin ada bagusnya kita usul tintanya yang warna merah jadi kayak henna di jari gitu…deh…
lagu pemilu tahun 2009 ini banyak juga! sampe ridho rhoma juga bikin